Senin, 07 Juli 2014

HOME RECORDING

Usaha home recording merupakan salah satu usaha yang tergolong susah untuk mati atau mengalami gulung tikar sebenarnya. Kalau kita mau teliti dari tahun ke tahun, musik itu tidak akan pernah mati bahkan terus berkembang dan selalu banyak orang yang menggelutinya. Karena itulah usaha home recording atau rental studio musik akan tetap bertahan dari tahun ke tahun. Tapi perlu diingat, ada aspek lain juga yang mendorong usaha itu tetap berjalan.
Untuk alat-alat musik yang diperlukan pada home recording dan rental studio musik keduanya sama saja tidak ada yang beda, kita semua akan tahu ketika masuk kedalam rental studio musik. Pembahasan tentang komposisi alat-alat dalam studio musik akan saya bahas setelah artikel home recording ini saya buat. Berikut alat-alat yang kita perlukan dalam home recording :

1.      Komputer dan Software
Untuk pemakaian komputer, spek yang besar dan baik sangat disarankan. Prosesor, VGA dan terlebih lagi RAM harus diperhatikan. Semakin besar RAM maka akan semakin baik, mengapa demikian? Karena biasanya software recording memerlukan kuota memori yang lebih besar, selain itu memori akan kita gunakan untuk menyimpan data-data hasil recording yang juga memerlukan kuota memori yang besar. Untuk monitor saya coba sarankan untuk memakai dua monitor agar memudahkan kita dalam proses kerja.
Untuk software yang digunakan saya menyarankan kita menggunakan software yang kita kuasai masing-masing. Jangan menggunakan software yang terbaru atau tercanggih tapi tidak kita kuasai. Lebih baik software yang sederhana tapi kita kuasai seluruh seluk beluk software tersebut supaya hasil recording kita dan editan mixing kita memiliki kualitas yang baik dan berkarakter.
Software canggih + skill tidak memadai = buruk
Software sederhana + skill baik = baik
Software canggih + skill baik = sangat baik
(UPS : diperlukan untuk menjaga saat kestabilan listrik terganggu)
2.      Soundcard
Soundcard atau audio interface merupakan alat yang kita perlukan dalam home recording. Cara kerjanya seperti ini :
Ketika anda mendengarkan suara dari soundcard, data digital suara yang berupa waveform. Wav atau MP3 dikirim ke soundcard. Data digital ini di proses oleh DSP (Digital Signal Processing : pengolah signal digital) bekerja dengan DAC (Digital Analog Converter : konversi digital ke analog). Mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog, yang kemudian sinyal analog diperkuat dan dikeluarkan melalui speaker.
Ketika anda merekam suara lewat mic atau gitar, suara tersebut yang berupa analog diolah oleh DSP, dalam mode ADC (Analog Digital Converter : Konversi analog ke digital). Mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang berkelanjutan. Sinyal digital ini disimpan dalam format waveform table atau biasa ditulis wav dalam disk atau dikompresi menjadi bentuk lain seperti mp3. Untuk soundcard apa yang harus digunakan itu tergantung kebutuhan home recording kita dan tangapan terhadap kualitas masing-masing soundcard.

3.      Mixer dan Preamp
Mixer dan preamp (berfungsi memperkuat sinyal dan membentuk karakter suara) coba saya gabungkan disini agar para pembaca dapat mengambil keputusan sendiri apakah preamp itu penting atau tidak. Karena banyak dijumpai pertanyaan perlu atau tidaknya preamp. Didalam mixer ada satu fasilitas yang bernama preampn namun kita perlu pertanyakan :
Bagaimana kualitas preamp di mixer? Biasanya mixer yg murahan, preampnya juga kualitas murah. Demikian juga sebaliknya, mixer mahal.
Apakah mixer tsb menambahkan noise yg besar atau tidak ? Dalam audio routing, semakin panjang perjalanan audio dari sumber suara ke tujuan akhir, semakin besar noise gabungan dari alat2 yg dipakai. Pastikan gunakan mixer yg noisenya rendah.
Untuk penggunaan mixer kita harus berani menaruh invest yang cukup besar, selain memiliki stock chanel, mixer yang canggih juga dapat kita manfaatkan fasilitas-fasilitasnya. Salah satunya preamp seperti bahasan diatas, monitoring, inser atau fx hardware dan masih banyak fasilitas lainnya.

4.     Spekaer Monitor Recording
Speaker monitoring sangat membantu dalam proses mastering dan mixing, kualitas alat-alat yang ditulis diatas sudah cukup baik bisa jadi menimbulkan hasil yang kurang baik dikarenakan speaker monitor yang kurang baik. Mungkin hitungan mixing kita sudah tepat namun bisa dirusak dengan speaker monitoring yang buruk. Perlu diingat hasil recording bukan ditentukan oleh dasar editan mixing yang tepat saja, tapi juga oleh suara yang keluar dan dapat didengar indah oleh telinga.

5.      Kabel
Jangan pernah beranggapan bahwa hal yang kecil akan berdampak kecil, begitu juga dengan kabel. Beri invest yang baik maka anda akan mendapatkan kualitas yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar