Senin, 07 Juli 2014

Membuat peredam suara studio musik

Persiapan bahan- bahan peredam studio !!!
Untuk pembuatan studio musik sebenernya, cukup dengan ruangan, 3 x 4 aj atau pun lebih.
Sekarang tips untuk membuat peredam suara studio musik :
1. Siapkan yang namanya majun atau gulungan busa yang berwarna kuning untuk ditempelkan kelapisan pertama, siapkan yang banyak yang sekira bisa menutupi ruangan studio.
2. Lalu siapkan karpet glasswoll yang ukuran 7 mili ukuran 2X40 meter
3. Kemudian Siapkan gysum board
4. Lalu siapkan karpet standar, apollo dll
5. Setelah itu siapkan busa telur
Gambar dibawah ini merupakan frame ruangan studio
 
Langkah- langkah Pemasangan peredam studio.
Setelah semuanya sudah siap barulah pemasanggan peredam  :
1. Seluruh dinding di sekat pake kaso/ kayu atau bisa pake holo /rangkayan alumunium
Semua’a  hingga menutupi ruangan.
2. Lalu kita tempelkan lapisan pertama yaitu majun kedalam rangkayan kayu/holo tersebut. Hingga menutupi rangkayan kaso tersebut hingga merata.
 
3. Setelah itu barulah kita pasang gypsum board hingga menutupi selur ruangan studio
4. Setelah gypsum terpasang barulah kita tempelkan karpet glasswoll hingga menutupi ruangan studio, untuk memasangnya bisa langsung di paku ke rangkaian kaso or bisa ditempelkam dengan lem aibon.
5. Setelah itu kita, tempelkan karpet standar, hingga menutupi rungan studio
Sebenernya lapisan ini juga sudah bagus kok ga, terlalu berisik kalo keluar. phie itu semua tergantung pemasangan dan kerapatan pemasang.
 6. Setelah ditempelkan karpet’a, barulah lapisan terakhir kita pasang, yaitu busa telur, Yang berguna untuk meredamkan suara yang bising.
 
Acoustic Control

Meningkatkan Akustik Dengan Produk Acoustic Control

Ada empat tujuan utama dalam memperbaiki ruangan yang didasarkan tatanan akustik yang benar.
1. Untuk mencegah gelombang berdiri / Standing Wave.
2. Untuk mengurangi modal dering di kamar kecil dan rendah waktu reverb di studio yang lebih besar, gereja, dan auditorium.
3. Untuk menyerap / absorb atau diffusel suara dalam ruangan untuk menghindari gema, pantulan, dan meningkatkan pencitraan stereo.
4. Untuk menjaga suara masuk atau keluar dari ruangan. Artinya, untuk mencegah musik dari mengganggu tetangga, dan untuk menjaga suara ke dalam mikrofon anda.
Harap mengerti bahwa perlakuan akustik seperti dijelaskan di sini dirancang untuk mengontrol kualitas suara dalam ruangan. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mencegah propagasi suara antara kamar. Sound transmisi dan kebocoran dikurangi melalui konstruksi - menggunakan tembok besar tebal, dan mengisolasi struktur bangunan - umumnya oleh floating dinding dan lantai, dan menggantung langit-langit dengan shock mounts.
Jika tujuannya adalah untuk meningkatkan sifat-sifat suara dengan meningkatkan kejelasan berbicara dan kualitas suara, maka jawabannya adalah Acoustic Control atau perangkat tambahan akustik. Sebagai contoh, staf atau siswa mengalami kesulitan jelas mendengar di ruang konferensi atau aula selama presentasi Atau, mungkin rumah studio rekaman Anda membutuhkan bahan untuk meningkatkan kualitas rekaman musik.

Jika restoran Anda riuh; dengan dentingan piring, orang berbicara dan tumit mengklik pada permukaan lantai yang keras, ini adalah pekerjaan untuk Acoustic Control.

Di rumah atau di kantor, langit-langit tinggi dan ruang terbuka yang luas dapat menciptakan masalah. Sound bouncing sekitar, menciptakan gema yang mengganggu dan membuatnya sulit untuk melakukan pembicaraan normal. Skenario lain yang ideal untuk bahan Acoustic Control.

Untuk meringkas, jika sumber suara kebisingan yang dihasilkan dalam lingkungan yang sama yang membutuhkan peningkatan kontrol suara, maka Anda akan membutuhkan produk Acoustic Control.
Kami sarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum anda menentukan atau menyimpulkan product yang sesuai dengan kebutuhan ruangan maupun budget anda. Konsultan kami akan sangat senang dapat berkomunikasi dengan anda walaupun itu hanya sekedar bertukar pikiran melalui jalur telpon. Konsultan kami akan selalu siap melayani anda secara professional.
ABSORBERS / D'ABSO PANEL
Panel akustik utama untuk menyerap frekuensi yang tidak diinginkan, untuk mereduksi gema ,mereduksi pantulan suara yang tidak diinginkan, memperbaiki kualitas suara dan mengelola suara dalam suatu lingkungan tertentu. Kami memiliki jangkauan kami berhasil memasang panel akustik menjadi ruang konser, teater, studio rekaman, gereja, restoran, gimnasium, kolam renang, dapur, kamar tidur dan rumah. NRC ( Noise Reduction Coefficients) yang tinggi maka D'ABSO memiliki efisiensi penyerapan frekuensi yang tinggi pada frekuensi midle-high.
kami mendesign absorber sesuai dengan interior ruangan, anda dapat memilih type kain finishing yang sesuai.
Noise Reduction Coefficients
f (Hz) 125 250 500 1K 2K 4K
NRC 0,15 0,45 0,82 0,9 0,95 1
             


             
             
             
 
QRD-DIFFUSERS / D'FUSSO PANEL

Spesifikasi:
  • difusi praktis kisaran:
    ± 850 Hz - 10 kH
  • QRD N = 7
  • panel kedalaman: 7 cm
  • panel lebar: 20,2 cm
  • panel Tinggi: 62 cm / 122 cm
  • Berat: 3 kg / 5 kg
  • frontal permukaan: 0,12 m2/0,2m2
Acoustic Panel Diffuser dirancang dan diproduksi tepat menurut teori akustik. Produk ini terdiri dari rongga-rongga di bagian depan dasar MDF. Panel Diffuser Akustik dapat mencerminkan suara ke arah yang berbeda dan kemudian menghindari cacat refleksi datar dari dinding. Hal ini membuat suara merdu, tajam meningkatkan efek akustik dalam arsitektur dan konstruksi.

Acoustic panel diffuser secara luas digunakan untuk dekorasi dalam di mana kebutuhan kinerja akustik arsitektur tinggi, seperti stasiun Broadcast, stasiun TV, teater, rumah opera, dll.
Diffuser acoustic panel memiliki keakuratan yang tinggi dalam hal menyebarkan / difuse energi suara pada frekuensi tertentu. Prinsip kerja dari Diffuser adalah memecah gelombang suara yang datang menjadi ribuan vector dan melemahkan energi suara, sehingga pantulan - pantulan yang menggangu dapat diatasi tanpa menghilangkan reveberance ruangan.

Tersedia Difusi :
+/- 500Hz - 7 Khz
+/- 375 Hz - 5 Khz,
+/- 300 Hz - 3.5 Khz
BASS TRAP

Acourete Corner Correction mengatasi masalah kelebihan resonansi nada rendah (dibawah 300 Hz) pada ruangan audio, home, theater, studio rekam, ruang mixing, ruang monitor, panggung musik. Acourete Corner Correction meningkatkan: artikulasi vokal dan dialog, kejernihan suara dentingan senar gitar, bass extension, kemegahan grand piano.
APLIKASI: Recording Studio dan Mixing Studio Radio Broadcast Studio to TV Broadcast Studio High End Audio Room Home Theater to Big Cinema
SPESIKASI: Ukuran: 1200 x 470 x 470 (mm)

Akustik Dasar

Bukan menjadi rahasia lagi, bahwa hasil rekaman yang bagus dimulai dengan kondisi akustik yang bagus. Saya dapat mengatakan juga bahwa kondisi akustik yang bagus dapat meningkatkan atau tidak memperburuk kualitas rekaman suara, sedangkan kondisi akustik yang buruk dapat mengurangi kejelasan suara, memperburuk kualitas musik, dan memperkuat background noise (kebisingan suara yang melatar belakangi lingkungan kita) yang ada.
Kita perlu memperhatikan dua aspek penting dari akustik itu sendiri:
  1. Sound Isolation (Kedap Suara) – pemblokiran atau penyerapan kebisingan eksternal di
    studio rekaman.
  2. Internal Acoustics (Internal akustik) – hasil dari perilaku gelombang suara
    di dalam sebuah ruang.

Sound Isolation

Karena mahal anggarannya, saya tidak menganjurkan untuk membuat sebuah studio rekaman profesional atau venue menjadi sebuah ruang yang benar-benar kedap suara. Dalam prakteknya, pihak studio rekaman, sound engineer banyak mengadaptasi pada standar kriteria yang menetapkan seberapa banyak background noise yang diperbolehkan untuk ada dalam ruangan maupun venue dalam setiap kondisi yang dijalankan (studio rekaman, ruang gereja, ruang konser, dsb).
Ada dua kategori Background Sound yang bisa kita perhitungkan disini:
  1. Airborne Sound (Suara yang merambat langsung lewat udara)
    Beberapa metode yang bisa diaplikasikan untuk mencegah suara eksternal masuk ke dalam ruang:
    1. Tembok yang solid.
      Tembok setebal satu bata pada dasarnya mampu mengurangi suara yang masuk hingga menjadi kurang lebih 45 dB(A). Mungkin ini tampak mengesankan sampai kita menyadari bahwa: Kondisi jalan raya yang cukup sibuk menghasilkan 80 dB(A) dan diredam oleh tembok sebesar 45 dB, menyisakan 35 dB(A) yang sudah pasti dapat ditangkap oleh mikrofon. Apabila ada fluktuasi pada suara (yang pasti terjadi), akan dapat tertangkap oleh mikrofon dan akan sangat mengganggu proses rekaman. Peningkatan ketebalan tembok mungkin diperlukan. Setiap penambahan ketebalan satu bata mampu mengurangi suara yang masuk hingga 5 dB(A). Jadi ketebalan dinding yang menjadi dua bata setara dengan peredaman hingga 50 dB(A) (45 dB(A) + 5 dB(A) = 50 db(A)). Rongga yang dibuat diantara dinding juga akan memberikan peredaman ekstra.
    2. Lapisan Kaca Jendela.
      Pada dasarnya lapisan kaca jendela yang sudah digandakan menjadi dua lapis masih dinilai kurang dari segi akustik sebagai “celah udara”. Karena pada umumnya ketebalan kaca tersebut hanya beberapa milimeter saja, kelenturan kaca tersebut akan menghasilkan getaran yang akan mudah menular ke lapisan kaca berikutnya. Untuk insulasi yang lebih baik, disarankan agar lembar kaca perlu dipisahkan sekitar 200mm meskipun jarak 60-80mm sudah cukup ideal. Secara keseluruhan, lapisan kaca yang digandakan yang memiliki celah udara, jauh lebih baik daripada jendela yang hanya memiliki lapisan kaca tunggal yang tidak memiliki celah udara sama sekali.
    3. Penyegelan Semua Celah Udara.
      Hal ini sangat penting karena gelombangsuara dapat melewati celah, sekecil apapun celah tersebut. Pada studio profesional semua pintu harus atau memiliki fungsi pada pintu lemari es yang bersifat menyegel agar udara dingin tidak bocor atau udara diluar tidak masuk ke dalam. Memiliki dua pintu jauh lebih umum digunakan karena akan memberikan sebuah “Sound Lock” yang lebih baik. Selanjutnya kita harus memperhatikan lebih jauh pada penyegelan lubang-lubang sebagai tempat masuk listrik, kabel dan sebagainya.
    Pada tempat-tempat non-profesional
    Hal-hal yang mungkin diperhatikan apabila kita hanya memiliki ruang seadanya sebagai studio rekaman yang bersifat sementara:
    1. Pilihlah ruang yang paling tenang dalam satu bangunan, dan apabila keramaian jalan raya ataupun lingkungan masih terasa mengganggu, coba memilih waktu yang paling tenang dalam sehari untuk memperoleh hasil maksimal, mungkin sebagai contoh adalah malam hari.
    2. Kadang-kadang penempelan busa berperekat sepanjang tepian jendela bisa menjadi solusi sederhana, kecuali tidak terdapat ruang sisa untuk menempelkan busa tersebut di tepian jendela anda. Sebuah ide tentang isolasi suara yang berbiaya rendah.
    3. Kebisingan dari ruang lain dapat dikurangi dengan menyumpal celah-celah pintu dengan kertas koran, hal tersebut mungkin tampak mengganggu pandangan, tetapi merupakan solusi yang sangat murah.
    4. Penyegelan lain-lain yang bersifat permanen dapat dilakukan dengan Glass Sealant yang dapat anda beli di toko-toko terdekat.
    Jangan lupa juga dengan atap ruangan, kemungkinan kebocoran suara yang masuk ke dalam studio terkadang bukan lewat dinding, pintu, atau jendela, tetapi melalui atap studio anda yang cenderung lebih tipis dari lapisan lain yang digunakan untuk menyegel suara masuk.
  2. Structure Borne-Sound (Suara yang merambat melalui struktur bangunan)
    Disini kita membicarakan suara yang merambat melalui struktur bangunan. Bor yang sedang bekerja mengebor dinding akan sangat mudah didengar getaran nya di seluruh rumah. Batu bata dan beton adalah konduktor suara yang baik untuk merambatkan suara. Sebenarnya, antisipasi dapat dilakukan pada tahap desain, tetapi terkadang kita melupakan hal-hal tersebut. Langkah-langkah berikut bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengurangi rambatan suara pada struktur bangunan:
    1. Penempatan Studio/Ruang Rekaman sejauh mungkin dari kemungkinan sumber-sumber getaran.
    2. Terisolasi dari bangunan itu sendiri dan membuat kotak studio rekaman di dalam bangunan tersebut (kotak di dalam kotak). Dengan lantai berpegas (yang meredam getaran) namun kuat terbuat dari baja maupun karet sintetis (Beberapa gedung konser moderen seperti Birmingham Symphony Hall, yang terisolasi secara akustik dengan cara ini.)
    3. Perlu diperhatikan juga pada dinding berongga, bisa juga memakai penyangga yang lebih elastis dan meredam getaran.
    4. Segel yang bersifat fleksibel, lunak digunakan di persimpangan antara lantai studio dan di mana mereka bertemu, misalnya, koridor.
    5. Pipa air dan sebagainya memakai bahan yang lebih fleksibel dan bersifat meredam getaran.
    Hal-hal tersebut diatas bisa diaplikasikan namun dengan biaya yang tinggi dan sangat jarang diaplikasikan pada studio atau ruang yang merupakan hasil renovasi dari bangunan-bangunan yang sudah telanjur berdiri. Sebagai catatan, studio-studio, venue, dsb yang sudah berdiri selama beberapa puluh tahun ini belum banyak menggunakan teknologi seperti ini. Adapun di daerah yang lebih sepi, seperti di lingkungan yang kepadatan penduduk nya jarang, kepadatan lalu lintas tidak mungkin menjadi masalah sehingga tidak memerlukan hal-hal tersebut di atas.
    Sebagai tindakan pencegahan lebih lanjut terhadap masalah dari suara yang merambat melalui struktur bangunan, setiap mesin yang berada di dekat ruang studio, seperti motor kipas ventilasi udara, dilengkapi dengan Anti Vibration Mounts (AVMs) sehingga motor itu sendiri berada sejauh mungkin, terisolasi dari lantai.
    Peredaman getaran suara dan penerapannya di lingkungan non profesional?
    Tidak banyak yang bisa dilakukan pada hal ini, untuk mesin, kita bisa dengan mudah mematikannya. Tapi pada prakteknya, getaran-getaran yang lain yang berasal dari lantai, dinding, dan atap dapat dengan mudah tertangkap oleh mikrofon kita. Pada beberapa kasus, hal ini terungkap saat kita memutar hasil rekaman kita, terdapat bunyi-bunyi yang tidak diinginkan pada awal rekaman. Menempatkan posisi mikrofon secara kokoh diatas karpet karet mungkin bukan sebuah jawaban yang tepat. Menempatkan posisi mikrofon dengan “mengambang” (fleksibel terhadap getaran) menggunakan spider holder merupakaan opsi terbaik saat ini, selain dengan menggunakan bantalan karpet karet.

Internal Acoustics (Akustik Internal)

Internal akustik ini pada dasarnya berbicara tentang pantulan suara pada dinding, langit-langit, lantai,
dan permukaan lainnya, juga penyerapan suara pada permukaan tersebut. Kita akan mempelajari dua aspek yang paling penting dalam akustik internal. Yaitu:
  1. Standing Waves / Stationary Waves
    Definisi: Dalam kasus suara, pola maksimum dan minimum tekanan yang dihasilkan dari refleksi dari suara.
    Node – Kekerasan Minimum standing wave.
    Antinode – Kekerasan Maksimum standing wave.
    Fenomena ini dapat terjadi karena media tersebut bergerak dengan arah yang berlawanan dengan gelombang, atau dapat muncul dalam media stasioner akibat interferensi antara dua gelombang bergerak dengan arah yang berlawanan.
    Standing Waves dalam media stasioner. Titik-titik merah mewakili node gelombang.
    Standing Waves dalam media stasioner. Titik-titik merah mewakili node gelombang.
    Sebuah Standing Waves (Hitam) yang digambarkan sebagai jumlah dari dua transmisi gelombang yang bergerak dengan arah yang berlawanan (Merah dan Biru)
    Sebuah Standing Waves (Hitam) yang digambarkan sebagai jumlah dari dua transmisi gelombang yang bergerak dengan arah yang berlawanan (Merah dan Biru)
    Sangatlah mungkin untuk mendeteksi standing waves di dalam kamar dengan sinyal Sine Wave sedang di perdengarkan. Berjalanlah dengan satu telinga tertutup ke setiap bagian ruang akan menunjukkan pada anda variasi kekerasan suara saat kita bergerak ke sembarang arah melewati daerah node dan antinode. Efek ini akan sangat terasa bila panjang gelombang suara berkisar antara 0,1 – 1m dan dan dengan frekwensi antara 3kHz – 200hZ.
    Standing waves bukanlah hal yang bagus dari segi akustik karena pada umumnya menghasilkan gelombang yang berbeda diantara node dan antinode. Sehingga apabila kita menempatkan sebuah mikrofon diantara dua permukaan yang sejajar, maka mikrofon tersebut cenderung akan menangkap sinyal suara yang menyimpang dari aslinya. Mikrofon tersebut akan menangkap sinyal suara yang berada pada posisi nodes (Kekerasan suara minimal) pada sebagian frekwensi dan pada posisi antinodes (Kekerasan suara maksimal) pada frekwensi yang lain.
    Standing Waves dapat di kurangi dengan menghindari peletakan permukaan yang sejajar, atau dengan pengaturan ketidak teraturan bentuk dinding dan atap. Menggunakan bahan-bahan yang memiliki sifat penyerapan suara yang bagus sangat menguntungkan dalam hal ini.
  2. Reverberation Time (Waktu Dengung/Gema)
    Ini adalah aspek penting yang kedua dalam internal akustik yang akan kita pelajari dibawah ini.
    Gbr. 01. Reverberation
    Gbr. 01. Reverberation
    Dalam setiap ruangan, energi suara perlahan akan lenyap sesuai dengan gambar 01 diatas. Kurva tersebut adalah sebagai “decay” (berangsur-angsur melemah hingga akhirnya kehilangan energi total), dan ini adalah hasil dari semua pantulan terhadap semua permukaan yang ada. Energi suara kehilangan energinya pada setiap pantulan yang terjadi. Reverberation Time (Waktu Dengung) yang kita akan kita singkat sebagai “RT” (sering disebut juga sebagai T60) adalah: Waktu yang dibutuhkan bagi suara untuk melemah sampai saat melewati batas 60 dB. Mungkin bisa lebih jelas dengan melihat gambar 02. Di gambar tersebut, decay suara ditunjukkan dengan skala desibel dalam bentuk sumbu vertikal. Bila kita melihat kembali gambar 01, sumbu vertikalnya adalah tekanan suara (Sound Pressure). Perubahan yang paling mencolok adalah sekarang kita melihat bahwa decay terlihat sebagai garis lurus (gambar 02) (dalam prakteknya tidak selurus seperti pada gambar tersebut).
    Gbr. 02 Reverberation Time
    Gbr. 02 Reverberation Time
    Batas 60 dB adalah cukup untuk memberikan batas perbedaan kira-kira antara suara yang dapat didengarkan oleh telinga kita dan suara yang kurang dapat ditangkap oleh telinga kita. Berikut ini adalah 2 aspek yang sangat mempengaruhi Reverberation Time (Waktu Dengung/Gema):
    1. Volume atau isi dari ruang atau studio tersebut
    2. Banyaknya bahan-bahan yang memiliki sifat menyerap/meredam suara dalam ruang atau studio tersebut.
    Kita bisa membayangkan pada ruang yang luas, akan membutuhkan waktu lebih banyak bagi suara untuk mencapai permukaan-permukaan yang ada dimana akhirnya suara tersebut terserap atau teredam habis. Sebagai contoh, 2 dB energi suara akan hilang pada setiap pantulan, maka kehilangan 60 dB energi suara membutuhkan 30 kali pantulan sebelum suara tersebut habis teredam oleh ruang. 30 kali pantulan tersebut akan memakan waktu lebih lama pada ruang yang lebih luas.
    Bahan-bahan yang bersifat menyerap suara akan sangat membantu untuk menghabiskan energi suara lebih cepat, kita bisa berharap bahwa material-material penyerap suara tersebut bisa meredam sampai batas tertentu. Kayu keras, tembok, dan kaca bukanlah bahan yang cukup bagus untuk menyerap suara. Material yang berserat dan berpori jauh lebih bagus dalam hal penyerapan suara. Juga kain korden, karpet dan material lunak lainnya bersifat membantu penyerapan suara, meskipun belum tentu semua material tersebut adalah cukup untuk meredam suara sesuai yang dibutuhkan oleh sebuah ruangan.
    RT adalah sangat penting dalam aspek rekaman maupun dalam gedung pertunjukan. Contoh aplikasinya adalah sebagai berikut:
    1. Pidato, Kotbah, Ceramah, Seminar
      Nilai RT yang tinggi akan mengakibatkan suara pembicara menjadi bergema dan terkesan kurang jelas. Terlalu rendah nilai RT nya, akan mengakibatkan suara terlalu kering dan tidak natural. Pada umumnya, nilai RT sekitar 0,3 – 0,4 detik adalah yang biasa dipakai saat ini.
    2. Orkestra, Koor, Musik Akustik
      Pada jenis musik ini, membutuhkan sekitar 2 detik nilai RT. Banyak ruang konser yang memakai nilai RT tersebut sebagai acuan. Terlalu sedikit nilainya akan menyebabkan harmoni nada menjadi tidak natural dan kering (blending nya kurang). NB: ada jenis orkestra tertentu membutuhkan nilai RT yang lebih rendah.
    3. Musik Pop dan Rock
      Nilai RT yang rendah sangat dibutuhkan disini (terutama studio rekaman). Nilai RT yang tinggi akan mengakibatkan setiap mikrofon yang ada akan menangkap banyak sinyal suara yang belum habis terserap oleh ruang (dan ini tidak bagus), detail suara yang ditangkap cenderung kurang. Pada umumnya nilai RT sekitar 0,5 detik dipakai dalam hal ini.
    4. Drama, film (suara saja)
      Pada aplikasi drama dibutuhkan nilai RT yang rendah. Drama sangat mengandalkan lingkungan, terkadang membutuhkan kebisingan jalan, bandara, juga keheningan total. Terkadang efek tambahan, seperti digital reverb dibutuhkan disini. Nilai RT yang rendah memungkinkan sound editing untuk menambahkan efek-efek tambahan yang diinginkan dengan hasil maksimal.
    Poin yang menarik tentang reverberation (gema) adalah Initial Time Delay (Awal dari waktu gema). Di dalam setiap ruangan, dimana gema selalu ada (panjang mapun pendek), setiap pendengar pertama kali akan mendengar suara langsung dari sumbernya, lalu diikuti oleh gema pantulannya beberapa saat kemudian. Rentang waktu antara suara langsung dan gema pantulan yang kita dengar inilah yang kita sebut sebagai Initial Time Delay yang akan kita singkat menjadi ITD. Telinga dan otak kita secara tidak sadar menandai ITD tersebut (meskipun ITD tersebut terlalu pendek (kurang dari 30 mili detik)) dan dapat mengasumsikan besar ruang yang kita tempati saat itu secara otomatis. Pada ruang yang besar, ITD juga akan menjadi besar nilainya, sedangkan di ruang yang kecil, ITD menjadi kecil juga nilainya bahkan bisa mencapai kurang dari 10 mili detik. Untuk menghasilkan efek yang sama dalam sebuah ruang, bukan hanya nilai RT yang bagus, tapi juga membutuhkan ITD yang sesuai.
    Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimanakah caranya agar sebuah ruang mendapatkan RT maupun ITD yang bagus? Untuk mendapatkan tata ruang akustik yang ideal bukanlah sesuatu yang murah. Beberapa hal berikut ini mungkin dapat membantu anda untuk mendapatkan hal tersebut dengan cara yang lebih mudah dan murah:
    1. Pidato, ceramah, kotbah dll
      Pada ruang yang kecil mungkin anda akan kurang menjumpai masalah, tetapi pada ruang besar? Penempatan mikrofon yang bagus, pemberian karpet pada lantai ruangan, pemberian korden tebal pada dinding, Taplak meja yang tebal pada meja-meja, dan sarung pada setiap kursi mungkin bisa membantu anda mendapatkan akustik yang lebih baik (bukan ideal tapi setidaknya membantu).
    2. Musik orkestra
      Secara teori, hall maupun ruang konser akan memberikan nilai RT yang terlalu tinggi (apalagi kalau sedang kosong tidak ada penontonnya), anda bisa mengaplikasikan hal yang hampir sama pada ruang tersebut untuk mendapatkan nilai RT yang cukup.
Hal yang terakhir yang perlu saya ingatkan, lebih baik mencoba merekam dulu sebelum mengaplikasikan hal-hal tersebut diatas. Hasil rekaman tersebut bisa dijadikan acuan perbaikan-perbaikan akustik yang anda perlukan selanjutnya. Kemampuan telinga kita membedakan suara mana yang diinginkan dan suara mana yang tidak diinginkan adalah sangat luar biasa, tidak ada mikrofon yang mampu melakukan hal ini.