Suara vokalnya bagus, dentuman drumnya ok, dan tarikan gitarnya
mantab, kemudian digabungkan ketiganya menjadi satu, apa yang terjadi?
Pasti Berantakan!. Sampai anda berkali-kali mengalami kegagalan dalam
proses mixing musik, membuat anda frustasi. Mungkin butuh berkali-kali
upaya untuk bisa menjadi tehnisi atau produser musik yang sukses.
Namun, saya punya 20 tips yang bisa sangat membantu untuk melakukan
proses mixing. Have fun!
- Posisikan mixer pada posisi netral, sebelum anda mulai bekerja, dan
tarik ke bawah semua tombol ke aluran yang tidak digunakan. Pastikan
semua aux yang tidak digunakan berada pada level zero dan semua channel
mixer yang tidak digunakan berada pada posisi mute, karena berfungsi
akan mengurangi suara bising di background. Jika anda tidak
melakukannya, maka anda akan menemukan efek yang tidak diinginkan. Anda
juga harus memiliki lembar track yang berguna untuk menandai channel
mixer yang udah digunakan selama proses rekaman.
- Mengoptimalkan hasil settingan tidak hanya bagus buat multitrack,
tapi juga buat effect yang dikirim balik dari unit effek luar. Juga
pastikan bahwa master rekaman anda digunakan sebaik mungkin tanpa adanya
overloading. Upaya sederhana ini dapat meningkatkan kejernihan dari
mixing anda secara signifikan. Jika rekaman anda akan di edit secara
digital, jangan gunakan cara fade-out sampai semua rekaman selesai, dan
jangan buang suara noise, karena anda mungkin akan membutuhkannya ketika
sedang menyiapkan denoiser digital yang membutuhkan suara noise untuk
tujuan kalibrasi.
- Bikin grup-grup kecil pada saat berencana mixing, seperti drum-kit
atau backing vocal, sehingga anda dapat mengontrol semua tingkatan dari
element grup-grup tadi dari fader single atau sepasang fader stereo. Hal
ini akan memudahkan anda mengontrol mixing dengan menggunakan fader
yang lebih sedikit, dan jari yang minim! Hati-hati lah setiap saluran
grup-grup ini juga harus memiliki efek ke grup yang sama, kalau tidak
tingkatan efeknya tidak akan berubah meskipun anda meng-adjustnya di
grup fader.
- Saat penyesuaian level dibutuhkan, tandai setting fader dengan
pensil, dan jika perlu, buat catatan counter tape atau time-code lokasi
dimana perubahan level berlangsung. Pada cara ini, anda dapat meminta
bantuan dari musisi di studio jika mix nya cukup sibuk. Jika anda
beruntung dan menggunakan mix otamoatis, dengarkan semua saluran mix
tanpa harus melihat levelnya, sehingga anda bisa konsentrasi untuk
menyeimbangkan instrumen.
- Jangan berasumsi telinga anda selalu benar. Tenangkanlah telinga
anda sebelum melakukan mixing dan sering2lah mendengar rekaman komersil
dibandingkan sistem monitor, sehingga anda dapat beberapa contoh untuk
referensi. Ini sangat penting jika anda menggunakan enhancer harmoni,
sehingga telinga anda dapat dengan cepat terbiasa dengan suara efek
berlebih.
- Jangan terlalu banyak membuat effek, khususnya reverb, karena akan
menggganggu rekaman anda dan gunakan kontras yang hanya dibutuhkan saja
untuk memberikan sentuhan pada mix anda. Aturannya seperti ini, semakin
kering soundnya, semakin nyaring terdengar bunyinya, sedangkan suara
reverbed yang terlalu banyak cenderung berada di background. Jika anda
membutuhkan reverb yang kuat untuk lead vocal, cobalah ambil pra-delay
ke effek reverb dan adjust kedua level vocal dan level reverb sehingga
suara vocal dapat terdengar lebih apik dibandingkan suara backing.
- Jangan menggeser suara bass seperti kick drum atau instrument bass
ke salah satu sisi soundstage stereo, karena sound tinggi energi ini
butuh ruang untuk dibagi sama antara dua speaker stereo untuk hasil yang
terbaik. Aturannya adalah: suara yang sangat nge-bass berisi sedikit
atau tidak sama sekali informasi, meskipun suara bass juga berisi banyak
harmoni yang dapat bersuara langsung.
- Tinggalkan adjustment akhir efek dan EQ sampai seluruh mix
dimainkan. Jika anda bekerja dengan alat instrument cuma satu, tentunya
sangat berbeda bila menambahkan alat-alat lainnya. Jika anda dapat
membuang penggunaan alat EQ yang berat, halnya malahan akan menghasilkan
lebih natural.
- Cobalah untuk tidak memakai banyak instrumen yang sama di spectrum
audio. Mid-range khususnya agak beresiko, jadi cobalah memilih suara
terbaik pada sumbernya. Anda dapat meningkatkan pemisahan ketika mixing
menggunakan EQ untuk mendekati sumber dari suara. Coba kurangi suara
rendah dan sekali-sekali ambil nada tinggi. Cara ini dikenal sebagai
spectral mixing, dimana setiap suara atau intrumen diberi ruang di
spectrum audio. Contoh yang bagus dalam hal ini adalah gitar akustik
yang dalam mix rock, dapat tenggelam di low mid. Apabila anda bermain di
nada bawah, anda tetap medapatkan banyak definisi, tetapi mix nya akan
terlihat jauh lebih bersih. Filter Sidechain di gates noise (posisikan
di mode Key Listen) selalu menjadi alat yang bagus buat mendapatkan
suara rendah dan tinggi tanpa mengubah bagian yang anda inginkan.
- Jangan membiarkan suara EQ seperti tidak natural, khususnya ketika
akan memboosting. Aturannya, equalizer external yang baik akan terdengar
lebih baik dibandingkan konsol channel EQ ketika anda ingin mencoba
mebuat perubahan tone yang signifikan. Jika anda dapat menutup EQ dengan
memotong atau boost dibandingkan dengan menggunakan sweep, anda akan
mendapatkan suara yang kasar, nasal atau phasey.
- Jika memungkinkan, memperbaiki masalah dengan langsung memotong EQ
dari pada boost. Sistem pendengaran manusia kurang sensitive terhadap
cara potongan EQ dibandingkan dengan boost. Anda akan mengalaminya
apabila menggunakan equaliser murahan atau EQ di meja anda.
- Kompres suara vocal untuk mendapatkan hasil yang baik ketika di mix.
Sedikit penyanyi yang bisa bernyanyi tanpa suaranya dikompres.
Kompresor model soft knee cenderung menjadi kasar, tetapi jika anda
ingin kompresi bisa menambah kelembutan dan kesenangan dari suara anda,
cobalah kompresor opto atau kompresor model hard knee dengan setting
rasio tinggi dibandingan yang seperti biasa digunakan. Waspadalah,
kompresi dapat meningkatkan noise di background dan kompresi yang
terlalu banyak dapat juga melebihkan sibilansi vocal.
- Dari waktu ke waktu, cek keseimbangan mix anda dengan mendengarkan
suara dari luar studio/kamar. Cara ini dapat menunjukan tingkat
keseimbangan yang lebih jelas dibandingkan mendengarkan langsung dari
monitor. Tak ada yang tahu alasannya, tapi cukup berhasil.
- Jangan mendengarkan terlalu keras. Mungkin musiknya tampak semakin
menyenangkan, tetapi penikmat musik tidak akan mendengarkan dalam level
audio yang sama. Memonitor suara dalam level yang tinggi cenderung akan
mengubah perspektif pendengaran anda dan akan merusak pendengaran anda
secara permanen. Tidak masalah bila anda ingin mengecek suara mix dengan
keras dalam jangka pendek, tetapi seingkali malah lebih bagus mencoba
dan memix pada level suara yang biasa dimainkan.
- Cek hasil mix anda dengan headphone maupun speaker. Headphone
memberikan gambaran distorsi yang kecil dan klik yang mungkin tidak
akan anda dengar di loudspeaker. Tetapi, jangan tergantung dengan
headphone ketika mixing, karena imej stereonya yang berbeda dengan
loudspeakers dan frekwensi rendahnya tidak dapat diduga.
- Jangan membuat variasi suara pada drum dan bass selama mix, karena
rythm section secara traditional merupakan latar belakang yang konstan
terhadap suara-suara lain. Natural dynamic didalam bagian intrumen
rhythm oke saja, tetapi jangan biarkan fader terus bergerak di nada
suara ini.
- Dalam mixing, coba ‘merunduk’ mid-range instrumen seperti gitar
overdrive dan bantalan synth bawah kendali vokal, sehingga setiap kali
vokal yang hadir, suara bertentangan penurunan tingkat oleh dua atau
tiga DBS. Hanya sedikit merunduk secara signifikan dapat meningkatkan
kejelasan mixing. Gunakan waktu yang cukup cepat untuk Ducker (yang
dapat berupa kompresor atau noise gate yang memiliki fasilitas
merunduk), dan mengatur waktu rilis oleh telinga. Kali rilis pendek akan
menyebabkan lebih jelas keuntungan-memompa, tetapi dalam mixing rock,
hal ini dapat menambah energi dan kegembiraan menyambut.
- Jika anda merekam dengan track berbagai MIDI, cobalah tidak melihat
diplay sequencer selama mixing, visualnya akan mengganggu penilaian
objektif anda. Jika perlu, tutup mata anda. Lihat kemajuan sequener anda
melalui arrange page juga dapat memberikan impresi yang salah.
- Jika suara dekat miked tampaknya tak bernyawa wajar, tetapi Anda
tidak ingin menambahkan reverb, cobalah suasana atau setting awal
refleksi untuk mendorong rasa ruang. Semakin pendek waktu reverb,
semakin mudah untuk merubah mixing Anda kedepanannya.
- Dengarkan hasil mixing sekali lagi, sehari setelah Anda selesai,
karena persepsi Anda kemungkinan akan berubah setelah mengistirahatkan
telinga Anda semalam. Juga memeriksa rekaman master pada media player
yang berbeda, untuk memastikan kedengarannya baik. Bahkan kemudian,
menyimpan semua informasi mixing Anda dalam lembar cheklist, termasuk
pengaturan efek, karena Anda tidak pernah tahu kapan Anda mungkin ingin
mencoba untuk memperbaiki ‘mixing akhir’!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar